Perintah SQL - Mapinfo Professional Tutorial
Perintah SQL

Perintah Select pada subbab sebelumnya lebih sederhana, namun fasilitas yang tersedia terbatas. SQL Select cukup kompleks perintahnya, tetapi menyediakan banyak fasilitas sehingga banyak hal yang bisa dilakukan. Kotak dialog SQL select dapat diaksek melalui menu Query - SQL Select.

Gambar 7.6. Kotak dialog SQL Select.

Beberapa hal yang perlu dijelaskan dari kotak dialog tersebut adalah :

1.    Select Columns. Isilah kotak tersebut dengan nama field yang ingin ditampilkan pada hasil query. Nama field dapat berupa :

-         Nama kolom seperti Total_Penduduk, Luas dll. atau nomor kolom seperti col2 untuk kolom nomor 2 dalam tabel.

-         Kolom turunan yang berasal dari ekspresi, misalnya Total_Penduduk/Luas, Sum(Total_Penduduk), dll.

Bila anda hanya menggunakan satu tabel dalam perintah SQL select, anda dapat langsung menggunakan nama kolomnya. Tetapi bila memakai lebih dari satu tabel, maka anda harus menuliskan nama tabelnya di depan nama kolom yang dipisahkan oleh tanda titik, misalnya "Bali.Total_Penduduk" berarti kolom Total_Penduduk dari tabel Bali.

Isikan dengan tanda bintang satu (*) bila anda ingin menggunakan semua kolom. Pada daftar kolom yang ada di samping kanan ada satu kolom bernama "Obj" yang digunakan untuk mewakili objek grafis. Misalnya untuk menampilkan luas masing-masing objek, anda dapat menggunakan ekspresi 'Area(Obj, "hectare")' pada kotak isian Select Columns.

2.    From Table yaitu nama tabel yang digunakan dalam SQL Query. Bila memakai lebih dari satu tabel, pisahkan dengan tanda koma diantara tabel, misalnya "Bali, Objek_Wisata". Nama tabel dapat diketikkan melaui keyboard, namun disarankan memilih dari daftar tabel yang ada disamping kanan.

3.    Where Condition. Kosongkan saja bila anda menggunakan satu tabel. Tetapi harus dilengkapi apabila anda menggunakan lebih dari satu tabel. Where condition berisikan ekspresi join dari dua tabel atau lebih. Beberapa contoh Where condition.

-         Bali.Kabupaten = Objek_Wisata.Kabupaten

-         Objek_Wisata.Obj Within Bali.Obj

Penjelasan lebih detail tentang ekspresi dan operator dapat dilihat pada Bab Membuat Ekspresi.

4.    Group by Columns. Ini diisi apabila anda membuat subtotal. Misalnya mencari total penduduk masing-masing benoa, mencari jumlah penjualan masing-masing kabupaten, mencari total luas masing-masing kelas lereng dll. Contoh penggunaan Group by Columns untuk mencari total penduduk masing-masing benoa adalah sebagai berikut.

Select columns

Continent, Sum(Pop_1994)

From table

World

Group by colomns

Continent

Hasil dari SQL Select tersebut seperti pada window browser berikut.

Gambar 7.7. Contoh hasil dari penggunaan Group by Columns.

Penggunaan Group by Columns, biasanya diikuti oleh pemakaian fungsi penggabungan (aggregates) pada Select columns. Berikut ini disajikan macam-macam fungsi aggregates.

Tabel 7.3. Fungsi Aggregates.

No

Fungsi

Penjelasan

Contoh

1

Avg

Mencari nilai rata-rata dari group

Avg(Tot_Penduduk)

2

Count

Jumlah data (record) dari group

Count(Tot_Penduduk)

3

Min

Nilai Minimum group

Min(Tot_Penduduk)

4

Max

Nilai Maksimum group

Max(Tot_Penduduk)

5

Sum

Jumlah nilai group

Sum(Tot_Penduduk)

6

WtAvg

Rata-rata tertimbang group, menggunakan dua argumen.

WtAvg(Tot_Penduduk,Luas)

 

Sementara macam-macam fungsi dan penjelasannya dapat dilihat pada Bab Membuat Ekspresi.

5.    Order by Colomns menyatakan pengurutan data. Hasil SQL Query akan diurut berdasarkan kolom apa. Bila dikosongkan, maka data tidak akan diurutkan.

Tabel 7.4. Beberapa contoh order kolom.

Contoh

Penjelasan

Order by colomns : Kabupaten Asc

Mengurutkan hasil SQL Select berdasarkan kolom/field kabupaten secara ascending (menaik)

Order by colomns : Total_Penduduk Desc

Mengurutkan data berdasarkan kolom total penduduk secara descending (menurun)

Order by colomns : 3 Desc

Mengurutkan data berdasarkan kolom no 3 secara desending.

6.    Into Table Named. Secara standarnya (default) diisi dengan nama Selection, artinya hasil dari SQL Select tersebut disimpan dalam tabel sementara (temporary). Bila anda ingin menyimpan dalam bentuk tabel secara permanen di Hardisk, isilakan dengan nama tabel yang digunakan.

7.    Bila hasilnya langsung ditampilkan setelah proses SQL selesai, biarkan tanda rumput pada kotak cek Browse Results.

8.    Anda juga dapat menyimpan perintah SQL Select ini dengan mengklik Save Template dan mengambilnya kembali dengan Load Template.

Di bawah ini disajikan satu contoh SQL Select dengan menggunakan 2 tabel, yaitu 'Bali' dan 'Objek_Wisata' untuk mengetahui letak objek wisata di masing-masing Kabupaten dan tingkat kepadatan penduduk pada objek wisata tersebut.

Hasil dari SQL Select tersebut adalah 3 kolom, yaitu nama objek wisata diambil dari tabel Objek_Wisata, sementara nama kabupaten dan kepadatan penduduk diambil dari tabel Bali. Bentuk perintah SQL select dan hasilnya disajikan pada gambar di bawah ini

 

Gambar 7.8. Contoh perintah SQL Select.

Gambar 7.9. Contoh hasil SQL Select

Hasil pemilihan data tersebut dapat disimpan menjadi tabel terpisah, dengan menggunakan menu File - Save Copy As.