Registrasi Peta - ArcView Tutorial
Registrasi Peta

Secara detail prosedur regestrai peta diuraikan sebagai berikut.

1. Siapkan peta yang akan didigitasi. Tentukan, tandai dan catat koordinat geografis beberapa titik di peta yang nantinya akan digunakan sebagai titik kontrol dalam proses regestrasi peta.

2. Scan peta tersebut, jangan menggunakan format BMP atau TIF, sebaiknya gunakan format JPG agar tidak bermasalah kemudian.

3. Sebenarnya ada 2 cara untuk melakukan registrasi peta. Pertama dengan menggunakan theme yang telah ada pada daerah yang sama. Dengan cara ini kita tidak perlu mencatat koordinat geografis peta yang akan didigitasi untuk titik kontrol, melainkan menghubungkan 2 lokasi titik yang sama antara peta yang akan diregestrasi dengan theme yang telah memilik koordinat geografis. Cara kedua adalah dengan memasukkan koordinat geografis titik kontrol yang telah dicatat sebelumnya tanpa memerlukan theme untuk daerah tersebut. Pada contoh di bawah ini kita akan menggunakan cara yang kedua.

Apabila menggunakan cara yang pertama, kita perlu membuka theme daerah yang sama dengan peta yang akan didigitasi. Akan tetapi karena kita menggunakan cara yang kedua, maka kita cukup menyiapkan satu view kosong.

4. Perlu dicatat bahwa untuk dapat melakukan digitasi layar, maka peta perlu diregestrasi. Untuk dapat melakukan regestrasi kita memerlukan esktensi ArcView Image Analysis. Load atau aktifkan esktensi Image Analysis melalui menu File - Extensions seperti kotak dialog berikut.

Gambar 8.19. Kotak dialog Extension.

5. Buka peta yang telah discan dalam format JPG yang akan didigitasi dengan menu View - Add Theme. Ingat memilih Image Analysis Data Source pada daftar pilihan Data Source Type, lihat kotak dialog berikut.

Gambar 8.20. Kotak dialog Add Theme.

6. Pada contoh ini kita akan menggunakan peta rupabumi yang telah di-scan dan hasilnya disimpan dalam bentuk citra dengan format JPG. Pilih rupabumi.jpg pada kotak dialog di atas kemudian klik OK. Pesan berikut akan muncul.

Gambar 8.21. Konformasi yang muncul saat citra dibuka.

7. Untuk mempercepat ArcView menampilkan citra dalam berbagai zooming atau skala, sebaiknya dipilih Yes. Tampilan peta rupabumi pada view adalah sebagai berikut.

Gambar 8.22. Tampilan peta rupabumi dalam bentuk citra di View.

8. Agar tampilan peta tersebut sesuai dengan warna aslinya, double klik pada daftar isi yang ada di kiri atau gunakan menu Theme - Edit Legend. Bila kotak dialog Legend Editor muncul klik tombol Natural kemudian klik tanda silang pada pokok kanan atas untuk keluar.

Gambar 8.23. Kotak dialog Legend Editor.

9. Untuk memulai regestrasi peta, perbesar tampilan peta dengan toolbar atau . Titik-titik kontrol yang akan digunakan untuk regestrai sudah ditandai dengan bulatan merah dan nilai koordinatnyapun telah disertakan. Ada 4 titik kontrol yang telah dibuat. Perhatikan contoh tampilan titik kontrol pada potongan gambar peta di bawah ini.

Gambar 8.24. Titik kontrol dan koordinat geografisnya.

10. Cari lokasi titik kontrol pada peta. Apabila titik kontrol telah ditemukan, klik toolbar Align tool () dan klik pada titik kontrol tersebut. ArcView akan membuat garis yang terhubung dengan titik kontrol tersebut, Bila anda menggunakan cara yang pertama dalam regestrasi peta, sekarang tentukan titik pada lokasi/koordinat yang sama pada theme. Akan tetapi karena kita akan menggunakan cara yang kedua, klik tombol mouse yang dikanan dan tahan, shorcut menu akan muncul seperti gambar di bawah ini.

Gambar 8.25. Shortcut menu untuk entri koordinat geografis.

11. Sambil tetap menekan tombol mouse yang dikanan, pilih menu Enter 'To' Coordinate. Kotak dialog yang siap diisi koordinat geografis akan muncul seperti berikut.

Gambar 8.26. Kotak dialog pengisian koordinat geografis titik kontrol.

12. Isikan nilai koordinat geografis sesuai dengan angka yang telah ada pada peta. Ingat menggunakan titik (.) sebagai pemisah desimal. Milsanya pada contoh peta dicantumkan '115,36454' berarti dientri '115.36454'

Pada contoh ini digunakan sistem koordinat derajat desimal. Cara mengkonvresi lintang bujur ke derajat desimal, lihat kembali pembahasan ?Mengatur Properti View? pada bab ?Bekerja dengan View?. Klik OK bila angka telah dilengkapi. Bila peta tidak tampil di layar, klik toolbar .

13. Ulangi prosedur 10 sampai 12 untuk membuat 3 titik kontrol lagi. Apabila kita telah memasukkan minimal 4 titik kontrol, maka RMS (Root Mean Square) error akan ditampilkan pada baris status. Semakin besar nilainya semakin kurang teliti dalam penentuan titik kontrol dan koordinat geografisnya. ArcView mensyaratkan, nilai RMS yang bagus bila kurang dari 1.

Gambar 8.27. Tampilan nilai RMS error pada baris status.

Transformation order artinya dalam transformasi ini kita menggunakan metode transformasi ordo 1. Link 4 menunjukkan titik kontrol nomor 4 yang aktif, dan RMS Error menyatakan tingkat kesalahan.

Ada beberapa menu yang dapat digunakan sehubungan dengan registrasi peta ini. Pada saat Align tool aktif, klik kanan pada sembarang peta. Beberapa menu tersebut adalah :

- Pan to Next Link digunakan untuk mencari dan menandai titik kontrol berikutnya.

- Pan to Previous Link berarti mencari dan menandai titik kontrol sebelumnya.

- Pan to Worst Link dipakai untuk mencari dan menandai titik kontrol yang mempunyai kesalahan tertinggi. Dengan menemukan titik kontrol yang tingkat kesalahannya paling tinggi, anda dapat menghapus titik kontrol tersebut dan mengulangi memasukkannya pada posisi dan nilai yang benar, atau menggunakan titik kontrol lain, atau membiarkan terhapus apabila titik kontrol yang tersisi sudah cukup.

- Display Link Error digunakan untuk menampilkan nilai RMS error pada baris status.

- Delete Selected Range dipakai untuk menghapus titik kontrol yang ditandai.

14. Apabila jumlah titik kontrol yang dimasukkan sudah cukup dan nilai RMS error sudah di bawah batas toleransi, proses registrasi peta sudah selesai.

Gambar 8.28. Tampilan peta sehabis registrasi.

Catatan

Agar citra yang telah diregestrasi ini dapat digunakan sebagai backround dalam digitasi setelah kita keluar dari ArcView, maka citra ini sebaiknya disimpan dengan menu Theme - Save Image As. Pertama ArcView akan menanyakan apakah kita akan menyimpan titik kontrol yang telah dibuat seperti kotak dialog berikut. Klik Yes untuk menyimpan, dan isikan nama file pada saat diminta.

Gambar 8.29. Konfirmasi penyimpanan titik kontrol.

Setelah penyimpanan titik kontrol, dilanjutkan denan penyimpanan citra. Gunakan format IMAGINE image seperti kotak dialog berikut.

Gambar 8.30. Kotak dialog penyimpanan citra.

Untuk selanjutnya, gunakan citra format IMAGINE ini untuk keperluan proses digitasi, karena jika citra ini dibuka, citra tersebut telah terregestrasi.